Konflik

Table of Contents

Konflik

Usaha untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan akomodasi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk penyelesaian konflik tersebut, antara lain sebagai berikut.

A. Abitrasi

Abitrasi yaitu suatu perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga. dalam hal ini pemerintah dan aparat penegak hukum yang memberikan keputusan, dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak yang berkonflik dengan memberi sanksi yang tegas.

b. Mediasi
Mediasi merupakan penghentian pertikaian oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat.

C. Konsiliasi
Konsiliasi yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak – pihak yang berselisih, sehingga tercapai persetujuan bersama.

D. Stalemate
Stalemata yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang. Lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur.

E. Adjudication (Ajudikasi)
Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan dengan mengutamakan sisi keadilan dan tidak memihak kepada siapapun.

7. Kenakalan Remaja
Hal – hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja adalah sebagai berikut.

a. Tindakan Preventif
Tindakan preventif adalah tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara bimbingan, pengarahan dan ajakan.

Usaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum dapat dilakukan dengan cara berikut.
1) Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja.
2) Mengetahui kesulitan – kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitan – kesulitan manakah yang biasanya menjadi sebab timbulnya penyaluran dalam bentuk kenakalan.
3) Usaha pembinaan remaja, dapat dilakukan dengan cara berikut.
a. Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.
b. Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etika.
c. Menyediakan sarana – sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar.
d. Usaha memperbaiki keadaan lingkungan sekitar keadaan sosial keluarga, maupun masyarakat dimana terjadi banyak kenakalan remaja.

 

Sumber: https://pulauseribumurah.com/