Ciri-ciri Organisasi Sosial

Ciri-ciri Organisasi Sosial

Ciri-ciri organisasi formal

1)      Adanya pola komunitas yang relatif mapan, misalnya struktur kepengurusan.

2)      Adanya identitas organisasi yang jelas, misalnya logo, nama, alamat, kontak dsb.

3)      Adanya kedisiplinan kerja yang diatur secara resmi,

4)      Adanya pengorganisasian yang jelas,

5)      Adanya visi dan misi yang jelas,

6)      Adanya kekhususan keahlian,

7)      Adanya keanggotaan yang bersifat resmi

8)      Adanya tujuan organisasi yang jelas,

  1. Ciri-ciri organisasi informal

1)      Anggotanya ralaif sedikit,

2)      Hubungan antar anggota tidak diikat secara formal,

3)      Pembentukan organisasi disebabkan karena adanya kepentingan bersama,

4)      Kedisiplinan kerja berdasarkan kesadaran pribadi,

5)      Adanya kegemaran yang sama antar anggota di luar organisasi,

  1. Tipe Lembaga Kemasyarakatan dan Organisasi Sosial
  2. Tipe Lembaga Kemasyarakatan

Tipe-tipe lembaga kemasyarakatan dapat diklasifikasikan dari pelbagai sudut.  Menurut Gillin dan Gillin :

1)      Dari sudut perkembangannya :

  1. Crescive Institutions Bahan Ajar Pengantar Sosiologi

Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom Lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adat-istiadat masyarakat. Contoh : hak milik, perkawinan, agama, dsb.

  1. Enacted Institution

Dengan sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya lembaga utang-piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga-lembaga pendidikan, yang kesemuanya berakar pada kebiasaan-kebiasaan masyarakat.

2)      Dari sudut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat:

  1. Basic Institutions

Lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan  mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia,  misalnya keluarga, sekolah-sekolah, segara, dsb.

  1. Subsidiary Institutions

Dianggap kurang penting. Misalnya kegiatan-kegiatan untuk rekreasi.

3)      Dari sudut penerimaan masyarakat:

  1. Approved-Socially Sanctioned Institutions

Lembaga-lembaga yang diterima masyarakat, seperti sekolah, lembaga  perdagangan, dsb.

  1. Unsanctioned Institutions

Lembaga-lembaga yang ditolak masyarakat, walau masyarakat kadang-kadang tidak berhasil memberantasnya. Misalnya kelompok penjahat, pemeras pencoleng, dsb.

4)      Dari sudut penyebarannya :

  1. General Institutions

Contoh : Agama merupakan suatu General Institutions, karena dikenal oleh hampir semua masyarakat dunia.

  1. Restricted Institutions

Agama Islam, Katolik, Protestan, Budha, dan Hindu, merupakan Restricted Institutions, karena dianut oleh masyarakat tertentu di dunia ini.

5)      Dari sudut fungsinya :

  1. Operative Institutions

Bahan Ajar Pengantar Sosiologi  Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom Berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.

  1. Restricted Regulative

Bertujuan untuk mengawasi adat-istiadat atau tata kelakukan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/