Persiapan Pemeriksaan Pap Smear

  Persiapan Pemeriksaan Pap Smear

Menghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tub, selama 24 jam sebelum pemeriksaan, untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan. Tidak sedang  menstruasi , karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil pap smear.

  1. Ada 2 cara pemeriksaan Pap Smear:

1)        Pemeriksaan Sitologi Konvensional :

Sampel tidak memadai karena sebagian sel tertinggal pada brus (sikat untuk

pengambilan sampel), sehingga sampel tidak representatif dan tidak menggambarkan kondisi pasien sebenarnya Subyektif dan bervariasi, dimana kualitas preparat yang dihasilkan tergantung pada operator yang membuat usapan pada kaca benda. Kemampuan deteksi terbatas (karena sebagian sel tidak terbawa dan preparat yang bertumpuk dan kabur karena kotoran/faktor pengganggu).

2)        Pemeriksaan Sitologi Berbasis Cairan/Liquid

Sampel memadai karena hampir 100 % sel yang terambil dimasukkan ke dalam cairan dalam tabung sampel. Proses terstandardisasi karena menggunakan prosesor otomatis, sehingga preparat (usapan sel pada kaca benda) representatif, lapisan sel tipis, serta bebas dari kotoran/pengganggu. Meningkatkan kemampuan/keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher rahim. Sampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV-DNA

  1. Hasil Pap Smear

Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

1)        Bukan kanker

Kebanyakan hasilnya adalah infeksi kemudian  pasien diminta untuk berobat dan  melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.

2)        Prekanker

Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks.Pasien  akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks.

3)        Ganas ( kanker)

Pasien langsung diminta berobat ke dokter

Sumber :

https://finbarroreilly.com/