Efek Samping Kontrasepsi Pil Kombinasi

Efek Samping Kontrasepsi Pil Kombinasi

Hormon – hormon dalam pil harus cukup kuat untuk dapat mengubah proses biologik, sehingga ovulasi tidak terjadi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kadang–kadang timbul efek sampingan. Efek tersebut pada umumnya ditemukan pada pil kombinasi dengan kelebihan estrogen atau pada pil dengan kelebihan progesteron.

Efek samping yang masih dapat dianggap ringan ialah sebagai berikut:

(Hormon – hormon dalam pil harus cukup kuat untuk dapat mengubah proses biologik, sehingga ovulasi tidak terjadi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kadang–kadang timbul efek sampingan.Efek tersebut pada umumnya ditemukan pada pil kombinasi dengan kelebihan estrogen atau pada pil dengan kelebihan progesteron.

Efek – efek sampingan yang masih dapat dianggap ringan ialah sebagai berikut :

  1. Efek karena kelebihan estrogen. Efek – efek yang sering terdapat ialah rasa mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mamma, flour albus. Rasa mual kadang – kadang disertai muntah, diare, dan rasa perut kembung.
  2. Efek karena kelebihan progesterone. Progesteron dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambah berat badan, akne, alopesia, kadang – kadang mamma mengecil, fluor albus, hipomenorea.
  3. Efek sampingan yang berat. Bahaya yang dikuatirkan dengan pil ialah trombo-emboli, termasuk tromboflebitis, emboli paru – paru, dan trombosis otak.(Wikjosastro, 2009).
  4. Penanganan Efek Samping Kontrasepsi Pil Kombinasi
  5. Amenorea (Tidak ada perdarahan)

Periksa Dalam atau Tes kehamilan, bila tidak hamil dan klien minum pil dengan benar, tenanglah.Tidak perlu pengobatan khusus.Coba berikan pil dengan dosis estrogen 50 mg atau dosis estrogen tetap, tetapi dosis progestin dikurangi.Bila klien hamil intrauterin, hentikan pil dan yakinkan pasien, bahwa pil yang telah diminumnya tidak punya efek pada janin.

  1. Mual, pusing, atau muntah (akibar reaksi anafilaktik)

Tes kehamilan atau tes ginekologik.Bila tidak hamil, sarankan minum pil saat makan malam atau sebelum tidur.

  1. Perdarahan pervaginam/ spotting

        Tes kehamilan atau tes ginekologik. Sarankan minum pil pada waktu yang sama. Jelaskan bahwa perdarahan/spotting hal yang biasa terjadi pada 3 bulan pertama, dan lambat laun akan berhenti. Bila perdarahan/spotting tetap saja terjadi, ganti pil dengan dosis estrogen lebih tinggi (50 mg) sampai perdarahan teratasi, lalu kembali kedosis awal. Bila perdarahan/spotting timbul lagi, lanjutkan dengan dosis 50 mg, atau ganti dengan metode kontrasepsi yang lain. (Arum, 2009)

Sumber: https://bengkelharga.com/cat-simulator-apk/