Takaful

Table of Contents

 Takaful

Secara bahasa takaful artinya jaminan masyarakat (social insurance). Jaminan sosial ini bukan hanya berbentuk material namun juga dapat berbentuk non materi. Konsep takaful ini bisa dijabarkan lebih lanjut menjai sebagai berikut:[5]

  1. a)Jaminan terhadap pemilikan dan pengelolaan sumber daya oleh individu.
  2. b)Jaminan setiap individu untuk menikmati hasil pembangunan atau output.
  3. c)Jaminan stiap individu untuk membangun keluarga sakinah.
  4. d)Jaminan untuk amar ma’ruf nahi munkar.

Dalam buku lain ditambahkan tiga poin dasar lain yakni:

  1. Tauhid (Keesaan Tuhan)

Konsep tauhid berisikan kepasrahan (taslim) manusia kepada Tuhannya, dalam perspektif yang lebih luas, konsep ini merefleksikan adanya kesatuan (unity/ al wihdat), yaitu kesatuan kemanusiaan (unit of mankind), kesatuan penciptaan (unit of creation), dan kesatuan tuntunan hidup (unit of guidance) serta kesatuan tujuan hidup (unit of purpose of life).[6]

  1. Nubuwwah (kenabian)

Sifat yang ada dalam diri nabi yang patut kita teladani dan contoh dalam bermuamalah yakni siddiq (jujur), amanah (bertanggung jawab), fathonah (kemampuan),

Setelah pembahasan akan dasar nilai ekonomi Islam, berikut akan dijabarkan tentang prinsip ekonomi Islam. Prinsip ekonomi dalam Islam merupakan kaidah-kaidah pokok yang membangun struktur atau kerangka ekonomi Islam yang digali dari al-Qur’an dan Sunnah.[7] Berikut adalah prinsip-prinsip yang menjadi kaedah dalam ekonomi islam:

  1. Kerja (resource utilization)

Dalam prinsip ekonomi Islam, manusia bukan hanya diajarkan untuk beribadah saja, namun juga untuk bekerja. Setiap manusia dianjurkan untuk bekerja demi dapat melakukan kegiatan ibadah kepada Tuhan. Denagn bekerja dan dapat mencukupi kebutuhan maka kita akan senantiasa bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Sumber :

https://callcenters.id/