Sumber fiqh munahakat

Sumber fiqh munahakat

Sumber fiqh munahakat

  • Al-quran : terdapat 85 ayat, 22 surah, mengatur tentang munahakat atau perkawinan.

“dan jika kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap anak yatim, maka kawinlah perempuan-perempuan lain yang kamu senangi, dua tiga atau empat dan jika kamu takut tidak berlaku adii, cukup satu orang” (s. an-nisa ayat 3)

“perempuan-perempuan yang hamil masa tunggunya adalah sampai meeka melahirkan “ (S. at-talaq 65)

Hadist Nabi.

Hadist Nabi yang berkaitan dengan munahakat :

  • Tidak ada pernikahan tanp wali
  • Perempuan yang mengawinkan dirinya sendiri tanpa izin wli adalah batal
  • Perempuan janda lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan dengan wali

HUKUM PERKAWINAN ISLAM DI INDONESIA

  • Hukum perkawinan islam di Indonesia (fiqh munahakat) adalah hukum perkawinan islam yang berlaku secara khusus
  • Hukum perkawinan islam di Indonesia dalam PERUU:

      UU No. 1 tahun 1974

      PP 9 tahun 1975 tentang peaksanaan UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan

      PP 10 tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS  JO PP NO. 45 tahun 1998 tentang perubahan atas PP NO. 10 tahun 1983

      UU NO. 50ntahun 2002 tentang peradilan Agama

      Inpres tahun 1991 NO. 1 tentang kompilasi hukum islam (KHI)

Buku I tentang perkawinan

Buku II tentang pewarisan

Buku III tentang perwakafan

Struktur perkawinan UU NO 1 tahun 1974

            Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk rumah tangga (keluarga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketentuan ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.

Inpres no. 1/1999 tentang kompilasi hukum islam.

            Perkawinan menurut KHI adalah pernikahan atau akad yang sangat kuat atau mitsaqan ghalizan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.

Asa-asas perkawinan (UU dan KHI) :

  • Asas membentuk keluarga yang bahagia dan kekal
  • Asas keabsahan perkawinan didasarkan pad hukum agama dn kepercayaan
  • Asas monogamy terbuka
  • Asas calon suami dan isteri telah matang jiwa dan raganya
  • Asas mempersulit terjadinya perceraian
  • Asas keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan isteri
  • Asas pencatatn pekawinan

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/