SAFEnet harap Baiq Nuril dapat amnesti

SAFEnet harap Baiq Nuril dapat amnesti

SAFEnet harap Baiq Nuril dapat amnesti

Jaringan relawan kebebasan berekspresi online SAFEnet menyatakan sikap mereka terhadap kasus Baiq Nuril Maknun.

Mereka menolak putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan Nuril bersalah karena dianggap mendistribusikan rekaman percakapan dengan pimpinannya dan berharap dia mendapatkan amnesti.

“Mendesak Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara untuk mengambil opsi pemberian amnesti sebagai langkah akhir untuk menghentikan ketidakadilan ini,” kata relawan SAFEnet, Ika Ningtyas, melalui pesan singkat, Minggu.

Ika mengaku hingga saat ini mereka belum mendapatkan kabar

dari Istana perihal amnesti untuk Nuril.

“Kami tetap berusaha maksimal supaya presiden mau mendengar. Masih ada dua hari lagi, semoga negara ini benar-benar hadir untuk Bu Nuril,” kata Ika.

Kejaksaan Negeri Mataram akan mengeksekusi Nuril pada Rabu, 21 November mendatang, SAFEnet menyatakan penolakan terhadap eksekusi tersebut.

“Menolak pelaksanaan eksekusi pada Rabu, 21 November 2018 nanti

dan meminta Jaksa Agung Republik Indonesia untuk menunda perintah eksekusi putusan Mahkamah Agung sampai proses Pengajuan Kembali (PK) selesai diproses”.

Putusan kasasi MA menurut SAFEnet tidak memperhatikan fakta persidangan di tingkat Pengadilan Negeri Mataram. Dalam persidangan, Nuril tidak terbukti melakukan penyebaran konten seperti yang dituduhkan.

“Lebih jauh lagi, tidak ada unsur mens rea atau niatan jahat dari Ibu Nuril

saat merekam, karena itu adalah tindakan membela diri dari pelecehan seksual oleh atasannya,” kata SAFEnet.

SAFEnet juga meminta Komisi 3 DPR RI untuk menyetujui pemberian amnesti kepada Nuril, yang mereka sebut “untuk memenuhi rasa keadilan”.

 

sumber :

https://how.co.id/seva-mobil-bekas/