Sejarah Perkembangan Filsafat Islam

Sejarah Perkembangan Filsafat Islam

Sejarah Perkembangan Filsafat Islam

Dalam sejarah, pertemuan Islam (kaum muslimin)

dengan filsafat, terjadi pada abad-abad ke-8 masehi atau abad ke-2 Hijriah, pada saat Islam berhasil mengembangkan sayapnya dan menjangkau daerah-daerah baru. Dalam abad pertengahan, filsafat dikuasai oleh umat Islam. Buku-buku filsafat Yunani, diseleksi dan disadur seperlunya, serta diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Minat dan gairah mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan waktu itu begitu tinggi karena pemerintahlah yang menjadi pelopor serta pioneer utamanya.

 Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa sebelum Islam datang bangsa Arab belum mempunyai filsafat. Akan tetapi dengan mengatakan bahwa filsafat tidak terdapat pada bangsa Arab pada permulaan Islam, bukan berarti  mereka tidak menghiraukan filsafat. Setelah filsafat meninggalkan Yunani, ia dikembangkan oleh orang Islam, sehingga filsafat tersebut menjadi bagian terpenting dari kebudayaan Islam.

Beratus tahun filsafat itu lepas dari bangsa Yunani, selama itu pula filsafat dibangun oleh orang Islam. Pada saat pertama kali filsafat itu pindah ke dalam masyarakat Islam belum kelihatan bahwa filsafat tersebut merupakan bagian dari peradaban. Ia baru kelihatan peranannya dalam peradaban Islam pada abad ke-9 Masehi, yaitu di masa pemerintahan Abassiyah. Filsafat muncul dalam gelanggang pemerintahan Islam. Rupanya sebelum itu filsafat merupakan sesuatu yang belum matang di kalangan kaum muslimin.

Dari abad ke-9 sampai abad ke-12 filsafat berkembang dengan suburnya dalam khazanah ilmu pengetahuann dan masyarakat Islam. Masa ini adalah masa perkembangan filsafat yang tiada taranya dalam dunia Islam. Dunia Islam telah melahirkan ahli-ahli filsafat Islam yang banyak jumlahnya, bahkan ada yang sampai diberi julukan sebagai “guru kedua” filsafat, yaitu Al-Farabi. Guru pertamanya adalah Aristoteles, dan sampai saat ini belum ada guru ketiganya.

Demikianlah halnya, filsafat mengalami perkembangan yang pesat di dunia Islam yaitu pada masa pemerintahan Abbasiyah. Akan tetapi pada abad ke- 12 secara tiba-tiba perkembangan filsafat Islam terhenti, karena mendapat serangan dari ahli-ahli agama. Banyak ahli-ahli filsafat dihukum sebagai orang-orang mulhid (atheis), akibatnya pada akhir abad ke-12 menghilanglah filsafat dari kebudayaan Islam.

Buku-buku filsafat betapapun besar dan tinggi nilainya, dibakar dalam perunggunan di musim dingin dan akhirnya pada abad ke 14. Tidak seorangpun lagi dalam dunia Islam yang berani mempelajari filsafat, apalagi menamakan dirinya sebagai filosuf. Sebab dengan demikian akan menyebabkan dia dihukumi sebagai orang mulhid.

Sejak itulah perkembangan filsafat di dunia Islam menjadi tertinggal. Sementara dunia Barat yang pada mulanya mempelajari filsafat dari orang-orang Islam mengalami kemajuan yang amat pesat sampai saat ini. Demikianlah, filsafat Islam telah mengalami perkembangan yang pesat dalam kurun waktu yang sangat lama, akan tetapi setelah mendapat serangan dari ahli-ahli agama, filsafat Islam menjadi mandek. Kemandekan filsafat Islam inilah yang dianggap oleh sebagian kalangan, yang menyebabkan tertinggalnya umat Islam saat ini dari negara-negara Barat.


Baca Juga :