Tips Mengatasi Anak yang Pemalu

Tips Mengatasi Anak yang Pemalu

Sebagian anak mungkin gampang merasa malu andai berada pada kondisi baru. Hal ini lumrah saja terjadi. Namun supaya sifat malu anak tidak hingga mengganggu kehidupan sosialnya, orang tua perlu menolong anak menumbuhkan keberaniannya. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menolong pembentukan karakter anak.

Berikut tips yang Ayah Bunda dapat lakukan untuk menolong anak supaya lebih berani, yuk simak:

1. Mendengarkan isi hati anak
Anak pemalu lazimnya sungkan guna bercerita dan memperlihatkan kemampuannya. Cobalah menyuruh anak bicara guna menggali tahu apa yang membuatnya merasa malu. Jika sudah memahami penyebabnya, bakal lebih gampang menilai teknik yang tepat guna melawan rasa fobia yang ia rasakan.

Bila orang tua dapat mendengarkan isi hati anak, ia bakal merasa mempunyai tempat guna bercerita. Hal ini lambat laun akan menolong anak lebih berani berkomunikasi dengan orang lain.

2. Jangan sebut anak pemalu
Sebaiknya orang tua tidak menyinggung anak pemalu di depannya, namun ganti dengan menyebutnya sedang belajar bersosialisasi. Jadi sebelum mengerjakan sesuatu ia perlu mengerjakan analisis terlebih dahulu apakah suasananya nyaman dan menyokong atau tidak.

Jika orang tua tidak jarang menyebutnya sebagai anak pemalu, anak seolah menemukan pembenaran bahwa saya memang pemalu. Jika orang tua menerapkan teknik yang benar, secara perlahan anak bakal menjadi lebih berani.

3. Memberikan pujian
Jika mempunyai anak yang pemalu baik tersebut laki-laki atau perempuan, tugas anda sebagai orang tua ialah memotivasi dengan kalimat-kalimat yang membuatnya lebih berani. Daripada mencaci atau mencocokkan dengan anak lainnya, lebih baik memuji apa yang telah berani ia kerjakan sebagai format apresiasi bikin anak, meskipun masih jauh dari harapan. Hargai sekecil apapun peradaban yang sukses dicapai oleh anak, supaya ia lebih berani dan tidak unik diri dari lingkungan.

4. Hindari memarahi anak di depan umum
Saat anak mulai mengindikasikan sifat pemalu, Ayah Bunda usahakan tidak langsung memarahi lagipula mengolok-olok anak di depan teman-temannya. Jangan memaksa anak mengerjakan hal yang ditakutinya supaya tidak memunculkan trauma. Cobalah untuk mengetahui perasaan anak dan menyerahkan penjelasan secara perlahan bahwa sebetulnya tidak terdapat yang butuh ditakuti.

5. Melatih keberanian anak
Latih keberaniannya guna berinteraksi dengan orang beda melalui pekerjaan sederhana. Misalnya, menyuruh anak bermain bareng teman-temannya, meminta anak guna memesan makanan yang ia mau ke pelayan saat santap di restoran, atau mengajar anak menunaikan barang belanjaannya di kasir.

6. Menggali keunggulan yang dipunyai anak
Anak menjadi pemalu sebab merasa tidak percaya diri. Membantu anak melihat keunggulan yang dimilikinya akan menciptakan anak menyadari bahwa ia memiliki keunggulan yang tidak dipunyai oleh teman-temannya. Ketika anak dapat melihat keunggulan dalam dirinya ia akan dapat menghilangkan rasa malu yang tidak jarang dialaminya.

7. Memberikan contoh
Jadilah misal yang baik guna anak. Biasanya anak suka meniru apa yang dilaksanakan orang tuanya. Jika Ayah Bunda tidak jarang menyapa tetangga ketika bertemu di jalan atau bersikap ramah dengan orang lain, maka anak bakal mencontohnya.

Menghilangkan rasa malu pada anak bukanlah urusan yang dapat didapat secara instan. Dukungan orang tua, keluarga, dan lingkungan adalahmodal utama untuk menanggulangi anak yang pemalu. Jangan memaksakan kehendak pada anak.

Hal itu dapat memunculkan trauma anak terhadap orang tuanya sendiri. Orang tua mesti bersikap sabar sebab anak paling membutuhkan sokongan dari orang-orang terdekat untuk membangunkan keberaniannya.

Baca Juga :