Menghitung Nafas LG di Pasar Smartphone

Menghitung Nafas LG di Pasar Smartphone

Menghitung Nafas LG di Pasar Smartphone
Menghitung Nafas LG di Pasar Smartphone

LG masih merupakan nama besar di industri elektronik dunia. Namun, di ranah smartphone, nafas chaebol Korea itu, kini tengah diuji.

Seperti halnya Sony, sejak beberapa tahun terakhir, LG terlihat keteteran menghadapi serbuan vendor-vendor China yang semakin agresif merebut pangsa pasar. Hal ini tercermin dari rapor unit mobile yang masih merah menyala.

Demi mengubah kinerja divisi mobile itu, LG berencana untuk menghentikan produksi ponsel di pasar dalam negeri dan mengalihkannya ke pabrik yang terletak di Vietnam.

Dilansir dari Kantor berita Yonhap, perusahaan akan menghentikan produksi handset

di Korea Selatan pada akhir 2019. Pabrik tersebut menyumbang antara 10% – 20% dari total output ponsel pintar perusahaan, terutama terdiri dari model-model kelas atas.

Baca juga : LG Setop Produksi Smartphone di Korea

LG mengatakan, relokasi pabrik ke Vietnam akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan sebesar 83% menjadi 11 juta handset pada paruh kedua tahun ini. Selain Vietnam, LG diketahui juga memiliki basis produksi ponsel pintar di China, Brasil, dan India.

Pemindahan tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan lini produksi smartphone LG di Vietnam

. Sekaligus mendorong perubahan dalam bisnis selular yang terus berjuang dalam upaya mengurangi biaya produksi.

Seperti diketahui, unit mobile LG telah berada di zona yang mengkhawatirkan sejak Q2 2017. Perusahaan baru-baru ini melaporkan peningkatan kerugian operasional sebesar KRW322,3 miliar (US$ 280 juta) pada Q4 2018.

Penjualan sepanjang kuartal ke-empat 2018 tercatat hanya sebesar KRW1,7 triliun atau USD1,51 miliar. Jumlah itu terhitung menurun 16% dibanding kuartal ketiga tahun yang sama. Tercatat, unit mobile adalah satu-satunya divisi perusahaan yang membawa kerugian.

Keputusan LG memindahkan pabrik menyusul langkah yang sebelumnya

telah dilakukan oleh dua pesaing tradisional, Samsung dan Sony. Keduanya juga merelokasi pabrik ke lokasi berbiaya rendah agar mampu berjuang ditengah penurunan permintaan global.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/