Ovo Yakin Indonesia Bisa Tiru Kisah Sukses Fintech China

Ovo Yakin Indonesia Bisa Tiru Kisah Sukses Fintech China

Ovo Yakin Indonesia Bisa Tiru Kisah Sukses Fintech China
Ovo Yakin Indonesia Bisa Tiru Kisah Sukses Fintech China

Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra yakin masalah inklusi keuangan di Indonesia,

bisa diatasi dengan menumbuhkan industri fintech (financial technology/ teknologi finansial). Menurutnya hal ini sudah sukses dilakukan di China.

Inklusi keuangan adalah sebuah kondisi dimana setiap anggota masyarakat memiliki akses pada layanan keuangan formal. Layanan keuangan formal ini pun mesti berkualitas. Berkualitas ini berarti tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau.

“Kita sepakat bahwa kita bisa replikasi kisah sukses di China.

Bagaimana masalah inklusi keuangan bisa diatasi oleh fintech,” kata Karaniya pada acara Indonesia Digital Conference 2019 di Jakarta, Kamis (28/11).
Lihat juga:Promosi OVO Tak Bergantung Porsi Kepemilikan Lippo Group

Apalagi menurut Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra, pasar layanan teknologi finansial (fintech) di Indonesia masih luas. Hal ini ia ungkapkan setelah ia ditanya soal konsolidasi antar perusahaan fintech.

Pasalnya, saat ini penetrasi pembayaran digital di Indonesia masih berada di kisaran empat sampai lima persen. Sehingga, perusahaan fintech pun masih perlu banyak membakar kapital untuk mengembangkan potensi pasar ini.

“Market kita masih terlalu luas. Masih butuhkan banyak usaha, banyak kapital.

Karena kita pembayaran digital baru tiga persen,” tuturnya.

Untuk itu, menurut Karaniya, wajar apabila perusahaan layanan finansial teknologi (fintech) masih kerap bakar uang demi meraup pasar. Bakar uang ini merupakan istilah atas aksi startup yang belum mendapat untung, tapi rajin memberikan promo berbentuk diskon hingga cash back untuk menambah pengguna.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/video-mp3-converter-apk/