Bikin Bangga, 3 Pesilat Asal Rembang Raih Medali Emas Kejuaraan Tingkat Asia-Eropa

Bikin Bangga, 3 Pesilat Asal Rembang Raih Medali Emas Kejuaraan Tingkat Asia-Eropa

Bikin Bangga, 3 Pesilat Asal Rembang Raih Medali Emas Kejuaraan Tingkat Asia-Eropa
Bikin Bangga, 3 Pesilat Asal Rembang Raih Medali Emas Kejuaraan Tingkat Asia-Eropa

Tiga orang pesilat Tapak Suci asal Kabupaten Rembang berhasil menyabet juara pertama

dalam kejuaraan pencak silat paku bumi open VI 2019 yang diselenggarakan di GOR Tri Lomba Juang, Bandung, Jawa Barat pada awal Februari 2019 kemarin.

Mereka diantaranya Putri (16) warga Desa Kalitengah Kecamatan Pancur, dan Luluk Nur Latifah (15) warga Desa Kalitengah Kecamatan Pancur. Keduanya merupakan siswi SMK Muhammadiyah Pamotan, Rembang.

Serta sang pelatih yang juga ikut dalam kejuaraan tersebut yakni Rudi Syaiful November

(24) warga Desa Trembes Kecamatan Gunem, Rembang. Ketiganya meraih medali emas di masing-masing kelas yang diikuti.

Putri menyebut ada sebanyak 3.019 peserta yang ikut dalam kejuaraan tersebut, mulai dari lintas kabupaten, provinsi, bahkan hingga peserta lintas negara. Ia sempat bertanding sebanyak 7 kali pada kelas C bobot 50 kg, melawan petarung dari berbagai daerah hingga akhirnya dinyatakan menang mutlak.

“Pas final saya lawan Cirebon, kemudian dinyatakan menang mutlak. Mungkin karena gaya pertandingan saya sudah mendominasi sejak awal, jadi yang bisa buat poin langsung paling atas,” kata siswi yang masih duduk di kelas 11 SMK Muhammadiyah ini.

Luluk Nur Latifah yang ikut dalam kelas A bobot 40 kg menyebut pertandingan

yang dilaluinya cukup sengit. Ada 9 pertandingan yang harus diselesaikannya hingga babak Final. Gadis berpostur kecil ini pun mengakui cukup kualahan saat bertanding di babak final.

“Ya Alhamdulillah menang. Biasanya latihan itu seminggu dua kali. Tapi kemarin pas sudah mendekati hari H, intensitas latihannya dibanyakin jadi setiap hari selama seminggu, pagi dan sore hari,” paparnya.

Sementara itu sang pelatih, Rudi menyebut kunci kemenangan yang diraihnya beserta dua anak didiknya itu dari hitungan poin tiap pertandingan. Dengan mengantongi rumus penghitungan poin tersebut lah yang menjadi acuan serangan saat bertanding.

 

Baca Juga :