Sungai Ledeng di Mojokerto Tercemar, Diduga dari Limbah 11 Rumah Produksi Pengolahan Usus

Sungai Ledeng di Mojokerto Tercemar, Diduga dari Limbah 11 Rumah Produksi Pengolahan Usus

Sungai Ledeng di Mojokerto Tercemar, Diduga dari Limbah 11 Rumah Produksi Pengolahan Usus
Sungai Ledeng di Mojokerto Tercemar, Diduga dari Limbah 11 Rumah Produksi Pengolahan Usus

Satreskrim Polres Mojokerto memeriksa sejumlah saksi terkait tercemarnya Sungai Ledeng di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya, ada 11 pengelola industri makanan ringan yang mencuci usus ayam di Sungai Ledeng.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima mengatakan, dari hasil pengembangan

penyelidikan yang dilakukan pihaknya, diduga ada limbah dari sampel air Sungai Ledeng yang sudah diambil. “Masih diduga ya. Ada bekas cucian kotoran usus ayam di Sungai Ledeng,” ungkapnya, Jumat (8/11/2019).

Masih kata Kasat, ada 11 rumah produksi makanan ringan dari usus ayam dari warga setempat yang sudah dimintain keterangan. Dari keterangan para pemilik rumah produksi makanan ringan dari usus ayam tersebut diketahui jika, kegiatan setiap hari mencuci usus ayam di Sungai Ledeng.

“Usus ayam tersebut dibeli dari pabrik sosis Sidoarjo dicuci di TKP

(Sungai Ledeng, red) dan airnya ada saluran langsung ke Sungai Ledeng. Arusnya terhambat dikarenakan saat dicek saluran hilirnya kenapa bisa terhambat, menang ada penutupan,” katanya.
Baca Juga:

Pemerintah Norwegia Dampingi Banyuwangi Kelola Sampah
DLH Kabupaten Mojokerto Ambil Sampel Air Sungai Ledeng
Warga Lakardowo Minta PT PRIA Bongkar Timbunan Limbah
Didemo Warga Lakardowo, Ini Jawaban PT PRIA

Mantan Kasat Reskrim Polres Pasuruan ini menjelaskan, jika Sungai Ledeng menyambung ke Kali sadar

. Saat itu, tegas Kasat, ada pembangunan plengsengan sehingga saluran air Sungai Ledeng menuju Kali Sadar ditutup.

“Sungai Ledeng menyambung ke Kali Sadar, saat itu Sungai Sadar sedang dibangun plengsengan sehingga saluran air Sungai Ledeng ke Kali Sadar ditutup jadi arusnya terhambat,” terangnya

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/