1,4 Juta Siswa SMK Ujian Nasional, Tak Semua UNBK

1,4 Juta Siswa SMK Ujian Nasional, Tak Semua UNBK

1,4 Juta Siswa SMK Ujian Nasional, Tak Semua UNBK
1,4 Juta Siswa SMK Ujian Nasional, Tak Semua UNBK

Sekitar 1,4 juta siswa SMK di 12 ribu lebih sekolah menjadi peserta ujian nasional

(UNAS) yang dimulai hari senin (2/4), namun tidak semuanya UNBK. UNAS SMK yang berlangsung empat hari ke depan, diawali dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Kemudian disusul matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan.
 Seperti tahun-tahun sebelumnya, UNAS kali ini digelar dalam format komputer (ujian nasional berbasis komputer/UNBK) dan konvensional (ujian nasional berbasis kertas dan pensiun/UNKP). Kemendikbud menyebutkan sebanyak 1.459.062 siswa SMK melaksanakan UNBK. Sisanya sebanyak 26.240 siswa SMK tetap menjalankan ujian menggunakan kertas.
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan penyelenggaraan UNAS secara umum setiap tahunnya makin baik. Dan sekarang harus diapresiasi. Diantara yang membuat Unifah mengapresiasi kegiatan unas adalah semakin banyak peserta UNBK.

Unifah menuturkan dalam penyelenggaraan UNBK sendiri setiap tahun selalu ada peningkatan.

Selain dari jumlah siswa yang menggunakan komputer, juga layanan penunjang lain. Seperti akses internet, listrik, dan perangkat komputernya sendiri. Dia mengatakan akses komputer harus terus ditingkatkan. Bahkan Unifah mengatakan ke depan seluruh siswa mengerjakan unas dengan komputer.
Kemudian dia mengatakan dari sisi guru juga semakin siap dalam pelaksanaan UNBK. Sejauh ini dia mengatakan tidak ada keluhan yang muncul dari kalangan guru terkait penyelenggaraan unas, khususnya UNBK. Bahkan guru-guru PGRI sudah membuat 10 ribu butir soal untuk dijadikan materi latihan para siswa. Sebanyak 10 ribu butir soal itu wujudnya online. Bisa digunakan latihan sebelum UNBK.

Hari pertama pelaksanaan UNBK hari senin, Unifah berharap siswa bisa tenang dalam mengerjakan ujian.
Tidak perlu terpengaruh kabar-kabar adanya bocoran soal ujian. Dia meyakini selama proses belajar dilakukan dengan tuntas, siswa tidak akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan unas.
Apalagi nilai unas juga tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan. Sehingga siswa tidak perlu tegang berlebihan menghadapi UNAS. Kepada seluruh guru juga diharapkan menjadi teladan kejujuran.