Cara Agar Sarjana Lebih Mudah Mendapat Kerja

Cara Agar Sarjana Lebih Mudah Mendapat Kerja

Banyak dalil seseorang melanjutkan guna sekolah ke perguruan tinggi. Selain menggali ilmu, mendapat wawasan yang lebih luas, memperluas pergaulan, tak dapat dipungkiri edukasi di perguruan tinggi pun menjadi modal untuk menggali pekerjaan. Namun faktanya, lulus perguruan tinggi saja tidak cukup.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, jumlah tenaga kerja yang berasal dari perguruan tinggi melulu 11,34 persen di mana beberapa besar pekerja masih didominasi pekerja berpendidikan rendah.

1. Sertifikasi Kompetensi.
Prof. Dr. Paulina Pannen, Staf Ahli Bidang Akademik, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia menuliskan tak melulu ijazah, alumni perguruan tinggi pun memerlukan sertifikasi kompetensi.

“Tiga indikator yang mesti dilaksanakan perguruan tinggi ialah kesatu, perguruan tinggi mesti mengenalkan inovasi yang dapat diserap oleh pasar. Kedua, tak sekadar meluluskan mahasiswanya, perguruan tinggi mesti bisa mempersiapkan mereka terjun ke dunia kerja. Terakhir, dengan dua hal tersebut, perguruan tinggi mesti dapat berkontribusi dalam perbaikan ekonomi negara,” ujar Paulina dalam diskusi dengan media di Sampoerna University.

2. Keahlian Tak Tergantikan Mesin
Idealnya menurut keterangan dari Paulina, perguruan tinggi mesti mengimplementasikan 21st century skill yang diperlukan industri. Namun prakteknya masih tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh pemerintah maupun instansi edukasi dalam mengimplementasikan urusan tersebut.

Tantangan itu antara beda demografi, teknologi, dan internet. Teknologi memungkinkan tenaga insan digantikan oleh mesin sampai-sampai manusia-manusia masa mendatang harus memiliki kemahiran yang tak dapat dilakukan mesin, laksana kepemimpinan, kreativitas, inovasi, dan negosiasi.

Sedangkan kendala internet ialah munculnya paham-paham radikalisme, terorisme, penyebaran narkoba, pelecehan, hoax, yang dapat merusak kualitas generasi muda sehingga dibutuhkan kecakapan dalam memakai internet.

3. Mampu Bersaing Secara Global.
Saat ini peluang kegiatan tak lagi melulu di tanah air. Bagi itu, seluruh harus siap berlomba dengan orang dari sekian banyak negara.

Baca Juga :