Alasan Kamu Harus Jujur Pada Diri Sendiri

Alasan Kamu Harus Jujur Pada Diri Sendiri

Cinta adalahanugerah yang spektakuler dari sang Pencipta. Cinta dapat menyerahkan energi yang luar biasa untuk para penikmatnya. Cinta dapat membuat orang menjadi dilema bakal keadaan, entah mesti menerima ataukah menampik kehadirannya.

Tak jarang, orang pun bisa berdusta akan situasi hati yang sebenarnya. Ketika hati dan mulut bertolak belakang pandangan soal cinta, disitulah terkadang anda dilemma dibuatnya.

Namun, beberapa orang akan melawan kata hatinya, entah sebab ego, takut, menantikan waktu yang tepat dan beda sebagainya. Padahal, tidak terdapat salahnya kita berbaikan dengan perasaan sendiri dan mengupayakan untuk mengekor kata hati anda sendiri. Untuk anda yang masih mengupayakan untuk mendustai perasaanmu, jujurlah.

1. Jujurlah, supaya kamu tidak menyesal

Banyak orang menyesal karena berdusta terhadap perasaannya. Membohongi perasaan sendiri dapat menjadi sesuatu yang akan disesali selamanya. Tidak terdapat salahnya mengungkapkan apa yang terdapat di dalam hati, bukan sebab merasa apa yang jajaki diutarakan hati bakal menjadi kebenaran mutlak, tetapi format kejujuran terhadap diri sendiri.

Bukan pun perkara akan sesuai atau tidak dengan kemauan hati, namun tentang menuliskan apa yang sebenarnya, supaya tidak terdapat penyesalan di lantas hari. Gak inginkan kan anda menyesal di akhir, tidak boleh sampai terdapat timbul ungkapan nasi telah menjadi bubur. Jadi, supaya tersebut gak terjadi, mending jujur deh sama diri sendiri.

2. Jujurlah, sebab hatimu bukan kepunyaan orang lain

Terkadang orang mendustai perasaannya sebab omongan orang lain. Orang takut memungut sikap sebab terlalu fobia akan omongan dari orang lain. Selalu ingat bahwa yang berhak untuk memungut sikap ialah dirimu sendiri. Orang lain pasti berhak untuk menyerahkan pandangan terhadap posisimu, namun mereka tidak berhak untuk menata hidupmu.

Hidup tersebut ibarat pun seperti permainan sepak bola, dimana pemirsa ataupun komentatornya tentu lebih hebat dalam menilai permainan daripada sang pemain sendiri. Tapi, sehebat-hebatnya komentator ataupun pemirsa sepakbola, mereka cuma dapat berkomentar, belum pasti mereka hebat ataupun dapat dalam bermain sepak bola.

Begitupula hidup dan hatimu, biar sejumlah apapun komentar dari luar, yang tau dan mengerti situasi hati mu yang sesungguhnya ialah diri anda sendiri. Percayalah dan berani untuk memungut sikap cocok nuranimu, tidak boleh pernah risau akan evaluasi dari orang lain. Ingat, hatimu bukan kepunyaan orang lain.

3. Jujurlah, sebab ada hati yang mungkin menantikan untuk disambut

Ketika anda mencoba mendustai perasaanmu dengan dalih-dalih tertentu, kamu pun harus tahu bahwa dapat jadi si dia pun melakukan urusan yang sama, yaitu mendustai perasaannya.

Kalian dapat jadi berada dalam kondisi yang sama, tetapi tidak terdapat yang berani mengungkapkan apa yang terdapat di dalam hati masing-masing, dan bila sudah laksana itu, pasti kalian bakal saling menantikan satu sama lain.

Bakal nyesek banget kan bila kamu tahu bahwa sebetulnya dia pun menyimpan perasaan yang sama dengan kamu. Jadi, bila kamu gak mau tersebut terjadi, mending ungkapin aja deh. Yakinkan perasaanmu bahwa si dia telah menantikan hatinya untuk dipungut olehmu.

4. Jujurlah, sebagai format rasa percaya diri

Orang yang berdusta terhadap hatinya adalahorang yang ragu dan tidak percaya diri terhadap opsi dan keputusannya. Jujur terhadap opsi hati merupakan format rasa percaya diri yang tinggi, entah apapun hasilnya.

Jujur berarti anda berani untuk mengaku sikap dan opsi hati secara terbuka. Orang yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi pasti tidak bakal ragu guna bersikap, dia yakin bahwa apapun opsi yang diambil, adalahkeputusan yang terbaik untuk dirinya.

Rasa percaya diri pun menunjukkan bahwa kamu pun telah dewasa secara emosional. Kamu pun tentu sudah paham bakal segala konsekuensi dari sikap yang anda ambil. So, just tell the truth.

5. Jujurlah, sebab waktu tidak bakal menunggumu

Banyak orang yang tidak inginkan mengungkapkan perasaan hatinya sebab menunggu masa-masa yang tepat. Orang akan mengupayakan mengulur-ulur waktu guna berani melawan kedustaan perasaanya. Namun, mesti dikenang bahwa masa-masa tidak dapat diputar ulang, masa-masa tidak seperti buaian rekaman lagu yang dapat diputar ulang kapan pun anda mau.

Waktu tidak bakal menunggumu sampai anda siap, ia bakal terus berlangsung tanpa dapat dihentikan oleh siapa pun. Berapa tidak sedikit orang yang menyesal karena dalil menunggu masa-masa yang tepat.

Berapa tidak sedikit pula mereka yang ditinggal nikah oleh pujaan hati karena dalil menunggu masa-masa yang tepat. Jadi, tidak boleh terlalu tidak sedikit menunggu, karena dapat jadi penantianmu akan selesai duka.

6. Jujurlah, supaya kamu bisa berbaikan dengan keadaan

Kamu yang masih berdusta dengan perasaan pasti akan diliputi perasaan dilema, bingung antara mesti menuliskan yang sejujurnya atau tidak. Kondisi hati yang seperti tersebut tentu pun tidak baik bila didiamkan terlampau lama. Coba tanyakan ke diri sendiri, apa yang sebenarnya diharapkan oleh hatimu.

Berhenti mempermainkan perasaanmu sendiri, jadilah individu tangguh yang tidak fobia untuk mengutarakan yang sebenarnya. Jangan pernah fobia dan lari menghadapi kegalauanmu. Berdamailah dengan hatimu, maka anda pasti akan berbaikan dengan keadaan.

Tentu pada akhirnya, andai sudah berkata perihal jodoh, tersebut adalahranah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi, sebagai manusia manusia, kita pun harus tetap berjuang dan berdoa, dan apapun hasilnya, diangkut happy saja.

Baca Juga: