Ridwan Kamil Usul SD-SMA Dibangun di Satu Lokasi

Ridwan Kamil Usul SD-SMA Dibangun di Satu Lokasi

Ridwan Kamil Usul SD-SMA Dibangun di Satu Lokasi
Ridwan Kamil Usul SD-SMA Dibangun di Satu Lokasi

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengusulkan agar SD, SMP, dan SMA/SMK

berada dalam satu gedung atau lokasi agar aktivitas terfokus bagi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar sekaligus memudahkan ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikut.

“Ini sama halnya seperti sebagian besar bangunan sekolah milik sekolah swasta di mana SD, SMP, dan SMA/SMK ada dalam satu kawasan atau gedung,” kata Gubernur Emil dalam siaran persnya, Minggu (24/3/2019).

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Emil kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

RI Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan di Kabupaten Garut.

Gubernur Emil berkomitmen untuk terus meningkatkan akses pendidikan agar semakin luas. Tidak hanya di satu tingkatan pendidikan, namun di semua level atau jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK.

“Kami mohon izin mengajukan gagasan, kami ingin membangun misalkan kami membangun SMP di atas bangunan SD atau bangunan SMA di atas bangunan SMP, sehingga lulus SMP tidak harus sibuk PPDB kemana-mana lagi, cukup dilanjutkan bagi yang ingin melanjutkan,” kata Emil.

“Ini akan menghemat biaya dan akan meng-cover angka partisipasi pendidikan yang lebih tinggi,

” sambungnya. Selain itu, hal tersebut perlu juga untuk dilakukan karena ada penyusutan jumlah sekolah dan peserta didik di level SMP dan SMA/SMK. Sementara di sisi lain pemerintah dituntut untuk terus meningkatkan pemerataan pendidikan.

“Ada gagasan yang sedang kami eksperimenkan. Mohon dukungannya juga. Misalkan jumlah SD sekitar 19.000-an se-Jawa Barat. Dari 19.000 yang masuk SMP tinggal 5.000-an, kemudian SMA-nya tinggal 1.500-an. Jadi makin hari makin menyusut,” ujar Emil.

“Kami dituntut pemerataan pendidikan. Dalam teori pembangunan tidak sederhana membeli lahan, membangun konstruksi apalagi daerah perkotaan mahal sekali. Padahal sekolah-sekolah swasta itu SD-nya di situ, bangunan SMP-nya di situ, SMA/SMK-nya di situ,” katanya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa untuk mewujudkan gagasan tersebut ada kendala teknis di mana jenjang SD dan SMP ada dalam kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sementara jenjang SMA/SMK dalam kewenangan pemerintah daerah provinsi.

“Tapi ini urusan dunia, tidak sekaku itu dalam pandangan saya sebagai pemimpin di wilayah, sehingga kami bisa menjamin akses pendidikan yang sekarang ini bisa semakin luas, sehingga konsep Pak Menteri (Mendikbud) yaitu zonasi itu, agak repot kalau sudah masuk ke SMA/SMK karena semakin sedikit dan semakin jauh,” katanya.

Menanggapi rencana usulan pembangunan pendidikan Jabar yang disampaikan Emil, Mendikbud Muhadjir Effendy menyambut baik usulan tersebut.

 

Sumber :

http://fenilu95.web.stmikayani.ac.id/sejarah-sunan-bejagung/