Pelajaran Kehidupan Dari Jerapah

Pelajaran Kehidupan Dari Jerapah

Pelajaran Kehidupan Dari Jerapah
Pelajaran Kehidupan Dari Jerapah

Jerapah adalah salah satu hewan yang paling tinggi.

Tubuhnya yang tinggi bukan berarti membuat mereka ditakuti. Mereka sering menjadi mangsa para hewan buas. Oleh karena itu, mereka sejak lahir sudah harus diajari bertahan hidup. Bagaimana caranya?

Begitu lahir, bayi jerapah terjatuh dari ketinggian 10 kaki atau sekitar 3 meter dari rahim induknya dan biasanya mendarat ke tanah dengan punggungnya. Lalu si bayi jerapah akan berguling dan menyembunyikan kaki-kakinya di bawah tubuhnya. Ia tidak langsung berdiri. Dengan posisi seperti duduk inilah si bayi jerapah melihat dunia untuk pertama kalinya. Ia akan tetap dalam posisi seperti itu jika sang induk tidak mengajarinya sesuatu. Dari sinilah jerapah yang baru lahir diberikan pelajaran pertama oleh induknya untuk menghadapi kenyataan hidup.

Induk jerapah lalu melakukan sesuatu yang terlihat tidak wajar.

Biasanya seekor induk sangat menyayangi anaknya yang baru lahir. Tapi tidak demikian halnya bagi jerapah. Sesaat setelah anaknya lahir, induk jerapah mendekati dan menempatkan tubuhnya di atas tubuh anaknya. Kemudian, dengan kasar induk jerapah mengayunkan kakinya yang panjang dan menyepak anaknya. Tujuannya hanya satu yaitu, agar si bayi jerapah segera menggerakkan tubuhnya dan berdiri.

Ketika si bayi jerapah ini masih belum berdiri juga

tendangan keras terus dilakukan berulang-ulang. Saat anaknya mulai berusaha untuk bangkit dan berdiri, induknya terus menyepak dan menendang sampai akhirnya ia berdiri untuk pertama kali meski kaki-kakinya masih lemah.

Setelah berdiri, induk jerapah lalu menyepak dan menendang kaki anaknya. Induknya melakukan ini agar anaknya terus ingat bagaimana caranya berdiri. Mereka hidup di hutan yang sangat berbahaya. Jerapah yang masih kecil harus cepat-cepat bangkit dan berlari ke tempat yang aman saat bahaya datang. Singa, harimau, macan tutul, anjing hutan dan hewan buas lainnya sangat suka memangsa jerapah kecil. Jika induk tidak segera mengajari bagaimana caranya bangun dengan cepat, anaknya tidak akan bisa hidup lama. Induk jerapah tidak bisa melindungi anaknya karena ia sendiri juga harus menyelamatkan diri. Jadi satu-satunya cara adalah mengajari anaknya mempertahankan diri dengan segera bangkit dan berlari ke tempat yang aman.

Begitu lahir, bayi jerapah sudah mendapatkan perlakuan kasar berupa tendangan dan sepakan yang keras agar ia bisa mempelajari sesuatu, yaitu mempertahankan diri. Begitu juga dengan diri Anda. Dalam kehidupan ini Anda juga sering mendapat banyak tendangan dan sepakan kehidupan berupa kesulitan, tantangan, halangan, rintangan dan kegagalan. Tendangan dan sepakan seperti itu tidak lain adalah agar Anda menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup yang terkadang keras.

Anda mendapatkan tendangan dan sepakan itu agar Anda bisa belajar darinya seperti jerapah yang mendapatkan tendangan dari induknya agar ia bisa belajar sesuatu yang bisa menyelamatkan hidupnya. Tendangan dan sepakan kehidupan memang sedikit memaksa dengan bersikap keras terhadap Anda. Tapi itu semua memang demi kebaikan Anda. Jika seumur hidup Anda tidak pernah menerima tendangan kehidupan seperti itu, mungkin saat ini Anda akan menjadi orang yang mudah berputus asa. Jika Anda tidak pernah ditendang oleh kesulitan, tantangan, halangan, rintangan maupun kegagalan, Anda tidak akan menjadi kuat seperti jerapah yang jika saat kecil tidak ditendang induknya maka dalam sekejap ia akan mati dimangsa hewan buas karena ia tidak tahu bagaimana berdiri dan meloloskan diri.

Seorang juara, pemenang dan yang sukses menerima tendangan dan sepakan yang lebih keras, lebih banyak dan lebih menyakitkan. Tapi tendangan dan sepakan yang diterima itulah yang menjadikan mereka lebih kuat, lebih hebat, lebih kokoh dan lebih tahan dalam menghadapi kehidupan ini.

Baca Juga :