Soal Full Daya School, Tak Rasional Jika Pelajaran Agama Dihapus

Soal Full Daya School, Tak Rasional Jika Pelajaran Agama Dihapus

Soal Full Daya School, Tak Rasional Jika Pelajaran Agama Dihapus
Soal Full Daya School, Tak Rasional Jika Pelajaran Agama Dihapus

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih tidak sepakat jika pelajaran agama dihapuskan

dari kurikulum sekolah. Menurutnya, itu justru bertolak belakang dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

“Ini bertolak belakang dengan program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa,” tegasnya melalui pesan singkat, Rabu (4/6).

Dia menjelaskan, pendidikan agama diperlukan sebagai bagian praktik dari sila pertama di Pancasila. “Kalau pendidikan agama dihapus ini tidak rasional,” sebutnya.
Soal Full Daya School, Tak Rasional Jika Pelajaran Agama Dihapus
Anak sekolah (Dok.JawaPos.com)

Jikalau mau mensinergikan dengan Madrasah Diniyah (MD)

yang berkembang di masyarakat, lanjut dia, maka payungnya dalam kurikulum adalah pendidikan agama. “Kalau hilang maka konversi dari madrasah diniyah ke sekolah tidak berbasis kurikulum,” jelasnya.

Untuk itu, jikalau benar mau menghapus pelajaran agama dari kurikulum pendidikan, tentu harus dikomunikasikan dengan semua elemen bangsa. “Ini agar mendapatkan persetujuan. Tidak boleh sepihak hanya oleh Mendikbud saja,” pungkas politikus PKS itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan nilai agama

yang ada di sekolah cukup diambil dari lembaga pendidikan agama di luar sekolah, misalnya, dari Madrasah Diniyah.

Usulan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama komisi X DPR saat menjelaskan program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK).

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372234/examples-explanatory-texts-definition-structure.html