Apindo Jabar Tidak Boleh Kalah Dalam Persaingan Global

Apindo Jabar Tidak Boleh Kalah Dalam Persaingan Global

Apindo Jabar Tidak Boleh Kalah Dalam Persaingan Global
Apindo Jabar Tidak Boleh Kalah Dalam Persaingan Global

BANDUNG- Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP)

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Dedy Widjaya mengatakan, Jawa Barat akan menjadi magnet perkembangan industri dan perkembangan ekonomi Indonesia. Karena Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yaitu hampir mencapai 47 juta jiwa.

“Pembangunan Kereta Api Cepat Bandung-Jakarta selesai, Bandung-Jakarta dapat ditempuh dengan waktu 30 menit. Artinya Metropolitan DKI Jakarta dengan Metropolitan Bandung Raya itu sudah semakin dekat. Artinya, urbanisasi akan semakin deras ke Jabar. Mungkin lima tahun lagi penduduk Jawa Barar bisa tembus 60 juta jiwa,” kata Dedy dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua DPP Apindo Periode 2015-2020 di Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung dalam Acara Pengukuhan DPP Apindi Jawa Barat dan Dialog Ekonomi, Selasa (2/2) sore.

Menurut Dedy, dengan adanya Kereta Api Cepat Bandung-Jakarta,

orang-orang Bandung Raya harus siap-siap. Karena kemungkinan besar property akan naik dahsyat dan kemungkinan besar akan ada perusahaan-perusahaan asing yang kantor pusatnya pindah ke Bandung.

“Kita tidak tahu, apa nanti Walini akan jadi Ibukota Provinsi Jawa Barat, atau Walini akan jadi Ibukota Negara Indonesia. Kita tidak tahu, tapi kita harus siap-siap bahwa pusat perkembangan ekonomi ada di kita,” katanya.

Selain sebabai provinsi dengan  jumlah penduduk terbesar di Indonesia,

jelas Dedy, Jawa Barat juga terbanyak industri manufacturingnya, yaitu 60 persen industri manufaktur Indonesia, ada di Jawa Barat. Demikian juga tenaga kerja atau karyawannya, terbanyak di Indonesia ada di Jawa Barat.

Terkait dengan hal tersebut, menurut Dedy, Apindo memiliki peranan penting bermitra dengan pemerintah, dengan serikat pekerja, serikat buruh dan semua komponen yang menunjang untuk perkembangan ekonomi dan industri di Jawa Barat. Mau tidak mau Jawa Barat harus ambil peran penting dalam percaturan ekonomi atau usaha, baik skala local. nasional maupun global.

“Sekarang MEA sudah berlaku, mau tidak mau kita harus mengikuti persaingan yang begitu ketat. Dalam persaingan global ini, kita tidak boleh kalah. Kalau kalah berarti pintu kita didobrak, akan dibanjiri barang-barang impor. Oleh karena itu, mari kita sama-sama untuk menjaga negeri kita ini jangan sampai diserbu barang-barang dari Negara lain,” katanya.

 

Baca Juga :