Mengenal Tentang Tanggung Jawab Sosial

Mengenal Tentang Tanggung Jawab Sosial

Mengenal Tentang Tanggung Jawab Sosial
Mengenal Tentang Tanggung Jawab Sosial
  1. Pengertian

Tanggung jawab sosial adalah sebuah konsep yang berhubungan namun merujuk pada seluruh cara bisnis yang berupaya menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan pribadi dalam lingkungan sosisalnya. Kelompok dan individu itu seringkali disebut sebagai pihak yang berkepentingan dalam organisasi.

  1. Bidang Tanggung Jawab Sosial

  2. Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
  • Polusi udara

Polusi udara terjadi apabila beberapa faktor bergabung bersama sehingga menurunkan kualitas udara. Karbon monoksida yang dikeluarkan mobil-mobil menimbulkan polusi udara, seperti asap dan bahan kimiawi dari pabrik.

Peraturan berupaya mengatur polusi udara. Di bawah hukum yang baru, banyak perusahaan saat ini diharuskan memasang alat-alat khusus udntuk membatasi polutan yang mereka keluarkan lewat udara. Namun demikian, usaha seperti itu sangat mahal. Polusi udara juga dikombinasikan dengan maslah seperti hujan asam, yang terjadi apabila sulfur dipompakan di atmosfer, bergabung dengan zat alami, dan jatuh sebagai hujan.

  • Polusi air

Polusi air terjadi akibat pembuangan bahan-bahan kimia dan sampah. Selama bertahun-tahun, bisnis maupun kota membuang sampahnya ke dalam sungai, hulu sungai, dan danau tanpa mempertimbangkan konsekuensinya..

  • Polusi tanah

Terdapat dua masalah utama dalam polusi tanah. Yang pertama adalah bagaimana mengembalikan kualitas tanaah yang rusak. Yang kedua adalah bagaimana cara mencegah kontaminasi di masa mendatang. Bentuk-bentuk limbah padat baru merupakan  penyelesaian terhadap masalah itu. Limbah yang mudah terbakar, misalnya, dapat dipisahkan dan digunakan sebagai bahan bakar di alat pemanas industry, serta dekomposisi dapat dipercepat dengan cara menaruh sampah di tempat yang mengandung  banyak mikroorganisme tertentu

  • Pembuangan Limbah Beracun

Masalah kontroversial yang utama dalam polusi tanah adalah pembuangan limbah beracun. Limbah beracun merupakan produk sampingan berbahaya dari proses manufaktur yang mengandung zat-zat kimia atau radioaktif. Namun demikian, jelas hanya sedikit yang ingin menyimpan limbah beracun di belakang rumahnya.

  1. Tanggung Jawab terhadap Pelanggan

Presiden John F. Kennedy mengidentifikasikan empat hak dasar konsumen, yaitu hak untuk mendapatkan keamanan (the right to safety), hak untuk mendapatkan informasi (the right to be informed), hak untuk memilih (the right to choose), dan hak untuk didengar (the right to be heard). Empat dasar ini diakui secara internasional. Adapun hak-hak yang saat ini didukung oleh sejumlah undang-undang federal dan negara bagian:

  • Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa.
  • Hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengna nilai tukar dan kondisi yang dijanjikan.
  • Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa.
  • Hak untuk didengar pendapat dan  keluhannya atas barang dan atu jasa yang digunakannya.
  • Hak untujk mendapat advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.
  • Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen.
  • Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  • Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebegaimana mestinya.
  1. Tanggung jawab terhadap karyawan

Perilaku tanggung jawab secara sosial terhadap para karyawan memiliki komponen hukum dan sosial. Menurut peraturan, bisnis tidak dapat mempraktikkan berbagai diskriminasi ilegal terhadap orang-orang dalam setiap segi pekerjaan.

  1. Tanggung jawab terhadap modal

Pemegang saham merupakan pemilik perusahaan, terdengar sangat janggal apabila perusahaan mengabaikan para investornya. Para manajer dapat menghindari tanggung jawab mereka kepada investor dengan beberapa cara. Namun demikian perilaku tidak bertanggung jawab terhadap para pemegang saham sama dengan merusak sumber daya keuangan perusahaan.

 

Baca Artikel Lainnya: