Mengenal Tentang Kabupaten Lamongan

Mengenal Tentang Kabupaten Lamongan

Mengenal Tentang Kabupaten Lamongan
Mengenal Tentang Kabupaten Lamongan
  1. Profil Singkat Kabupaten Lamongan

Kabupaten yang terkenal dengan soto dan wingkonya ini, berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat.

Secara geografis, Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pantai utara Jawa Timur dan sebagian kawasan pesisirnya berupa perbukitan. Formasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Di bagian tengah terdapat dataran rendah dan bergelombang, dan sebagian tanah berawa. Di bagian selatan terdapat pegunungan, yang merupakan ujung timur dari Pegunungan Kendeng, dan bengawan Solo mengalir di bagian utara.

Dilihat dari sisi sejarah dan geografis, Lamongan tak kalah dengan kabupaten lain di Jawa Timur, dimana memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Di daerah pantai terdapat obyek wisata Monumen Van der Wijck, Waduk Gondang, Sunan Raden Noer Rochmat, Wisata Bahari Lamongan dan Gua Maharani yang merupakan gua kapur yang sangat indah. Dari pariwisata religi, terdapat beberap tempat ziarah yang sering dikunjungi yaitu, makam Sunan Drajat dan makam Sunan Sendang Duwur.

Dari semua hal tersebut di atas, yang paling dikenal dari Lamongan adalah makanannya. Lamongan memiliki beberapa makanan khas, seperti, soto, nasi baronan, tahu tek, tahu campur, wingko Babat yang asli dari daerah Babat dan banyak di akui oleh daerah lain, juga siwalan.

  1. Potensi Batik Tulis Lamongan

Batik tulis memang identik dengan Kota Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Memang bisa dibilang kota tersebut merupakan sentra dari kerajinan yang oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi ini. Namun tidak banyak yang tahu bahwa di Kabupaten Lamongan juga ada industri batik tulis, tepatnya di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran.

Di desa yang menjadi tempat makam Sunan Sendang Duwur ini ada puluhan warga yang menekuni pekerjaan sebagai pembatik tulis, salah satunya adalah Bapak Harsono. Ia menceritakan bahwa batik tulis di Sendang Duwur sudah ada sejak ia lahir, sudah lebih dari 60 tahun yang lalu. Namun beberapa tahun setelah itu industri ini mulai surut dan sempat hilang. Hingga pada tahun 80-an, baru batik tulis sendang mulai dikenal luas hingga saat ini. Sama seperti batik-batik tulis lainnya, proses pembuatan batik sendang dimulai dari menggambar pola batik di atas kain. Setelah pola diterapkan, baru proses pembatikan menggunakan canting dimulai. Proses ini akan sangat berpengaruh terhadap harga batik. Apabila pola batik rumit dan dibatik dengan halus (baik), harga kain batik bisa mahal. Sebaliknya, apabila polanya sederhana dengan proses pembatikan yang kurang halus (kurang baik), harganya pun otomatis lebih murah.

Batik sendang didominasi oleh warna merah bata dan biru. Untuk urusan motif, batik ini condong pada pola-pola berbentuk bunga dan burung, mirip seperti motif pada batik solo dan batik pekalongan. Menurut Pak Harsono kesamaan pola ini terjadi karena para pengrajin batik sendang memang belum bisa membuat pola secara mandiri. Umumnya pola diambil dari pola lama yang dikembangkan. Setelah proses pembatikan selesai, kain siap untuk proses pewarnaan. Proses ini bisa berlangsung satu kali dan bisa juga berkali-kali, tergantung berapa warna yang akan diberikan pada batik tersebut. Batik sendang tidak memiliki banyak corak warna. Kebanyakan batik ini hanya memiliki satu atau dua warna saja, seperti industri batik yang dimiliki Bapak Harsono. “Di sini kalau membuat batik paling banyak dua warna,” ujar Bapak yang pernah berkerja sebagai pengrajin emas ini.

Sedikitnya corak warna di batik sendang memang membuat batik ini kurang bervariasi jika  dibandingkan dengan batik yogyakarta, batik pekalongan, atau batik solo. Di batik-batik tersebut kita bisa dengan mudah menjumpai 3 atau 4 warna dalam selembar kain batiknya. Setelah proses perwarnaan selesai, batik dijemur, dilepas malamnya, dan siap  untuk dipasarkan. Butuh waktu setidaknya tiga hari untuk proses dari menggambar pola hingga batik sendang siap dijual. Berbeda dengan corak warnanya yang kurang variatif, harga batik sendang cukup bervariasi, tergantung jenis serta kerumitan dan kehalusan proses membatiknya seperti yang saya sebutkan tadi. Batik yang diproduksi oleh Pak Harsono misalnya, mematok harga antara Rp 125.000 sampai Rp 135.000 untuk jenis selendang, Rp 85.000 sampai Rp 150.000 untuk bahan sarung, dan Rp 100.000 sampai Rp 175.000 untuk bahan baju.

Saat pameran batik di Surabaya tahun 2004, meskipun batik yang Pak Harsono pamerkan tidak mendapatkan penghargaan, namun peminatnya tidak kalah dengan batik-batik yang lebih terkenal. “Saya sendiri nggak nyangka, kalau batik (sendang) ini sangat diminati saat (pameran) itu,” ucapnya sambil tersenyum. Saat ini pemasaran batik sendang masih sebatas di pasar-pasar di Kabupaten Lamongan. Namun dengan diadakannya pelatihan membatik di Desa Sendang secara rutin, Pak Harsono dan pembatik lainnya berharap batik sendang akan bisa bersaing dengan batik yang sudah terkenal nantinya.

Jika Anda tertarik memiliki batik asli Sendang ini, selain mencarinya di pasar-pasar, Anda juga bisa membeli langsung ke pengrajinnya untuk sekalian melihat proses pembuatan batik ini. Desa Sendang Duwur berada sekitar 4 km sebelah selatan pertigaan Paciran. Pertigaan ini berada 2 km sebelah barat Wisata Bahari Lamongan (WBL). Saat Anda sedang berziarah ke makam Sunan Sendang Duwur, sepanjang perjalanan Anda akan banyak menemui papan nama tempat produksi batik tulis sendang duwur. Tidak ada salahnya jika anda mampir dan membeli batik ini sebagai kenang-kenangan.

  1. Kendala yang Dihadapi Batik Tulis Lamongan

Mempunyai bisnis ataupun usaha seperti menjual baju batik tulis Lamongan merupakan salah satu hal yang banyak diinginkan oleh pada umumnya di desa Sendangduwur kabupaten Lamongan, Akan tetapi untuk usaha memulai sebuah yang banyak yang tidak cukup modal semua orang dibutuhkan memilikinya. Guna memperoleh lokasi yang strategis, maka kita harus mampu bersaing pebisnis dengan yang lainnya. Sewa dengan cara saja kita sudah cukup banyak yang harus membutuhkan modal apalagikalau membeli lahan untuk usaha memulai tersebut. Jika anda yang termasuk bermodalpas pasan maka membukan sebuah batik online shop mungkin yang menjadi sebuah solusi tepat.

Teknologi bagi kita untuk perkembangan internet memang memungkinkan memulai sebuah dengan bisnis membuka toko batik online dengan modal kecil yang sangat. Belanja batik secara online merupakan sebuah transaksi jual beli antara pedagang pembeli dengan yang menggunakan internet. Semenjak kemunculan world wide web, para pelaku bisnis sudah berusaha produk untuk memasarkan apapun itu kepada para calon pembeli potensial yang sedang menelusuri internet. Kini dan belanja online bahkan seakan sudah menjadi trend tersendiri karena konsumen melakukan cukup semua di rumah yang nyaman transaksi prose.

Begitu maraknya bisnis industri batik tulis Lamongan dapat menyebabkan berkurangnya pemasukan perusahaan industri batik tulis Lamongan tersebut karena persaingannya. Kendala yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha ini adalah tingkat persaingan yang semakin ketat. Saat ini sudah banyak pelaku bisnis yang memproduksi aneka macam produk batik tulis Lamongan, mereka bersaing untuk merebut perhatian konsumen. Selain itu, kadang bahan batik tulis yang didapatkan tidak semuanya berkualitas bagus. Hal ini membuat kualitas yang dihasilkan juga akan ikut menurun. Karenanya untuk menghindari resiko tersebut, terlebih dahulu para rengerajin pisahkan batik tulis yang kualitas bagus dengan batik tulis kualitas buruk.

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)