Jaksa Agung dari Dalam, Harus Sekelas R Soeprapto

Jaksa Agung dari Dalam, Harus Sekelas R Soeprapto

Jaksa Agung dari Dalam, Harus Sekelas R Soeprapto
Jaksa Agung dari Dalam, Harus Sekelas R Soeprapto

Sah-sah saja calon jaksa agung pengganti Hendarman Supandji

mendatang berasal dari internal Kejaksaan. Namun, calon dari korps Adhyaksa tersebut haruslah sekelas mantan Jaksa Agung R Soeprapro.

“Kalau dari dalam, jaksa agung yang baru haruslah seperti Pak Soeprapto. Kalau tidak begitu, tidak akan ada perubahan di Kejaksaan ini,” kata mantan Ketua Komisi Kejaksaan Amir Hasan Ketaren, kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).

Mengapa Soeprapto?

Amir menjelaskan, Jaksa Agung yang menjabat antara tahun 1951 – 1959 itu dikenal mempunyai pengalaman teknis di bidang hukum yang luar biasa. Di samping itu, pada masanya, Soeprapto mempunyai sikap tegas serta dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun, bahkan oleh Presiden Soekarno.

“Dalam persidangan Sultan Hamid II yang dianggap sebagai pembangkang republik, dia (Soeprapto) yang langsung bersidang. Jadi dia tidak hanya di belakang meja, tapi mampu bersidang dan menuntut di muka hakim,” katanya.

Melihat watak kepemimpinan Soeprapto tersebut

Amir mengibaratkan, orang nomor satu di Kejaksaan sama saja dengan panglima besar di medan peperangan. Ia bertempur tidak memakai senjata, melainkan dengan otak.

Sayangnya, menurut Amir, yang meletakkan jabatannya mulai 16 Maret 2010 yang lalu itu, tidak ada figur di Kejaksaan yang menyamai Soeprapto. Beberapa nama kandidat jaksa agung yang muncul belakangan ini ia anggap belum mumpuni.

“Belum waktunya mereka menjadi jaksa agung. Mereka masih masih hijau-hijau semuanya,” kata dia.

Jaksa Agung Hendarman Supandji sudah mengajukan delapan nama dari internal Kejaksaan sebagai calon penggantinya. Kedelapan nama tersebut yakni Darmono (Wakil Jaksa Agung), M Amari (JAM-Pidsus), Hamzah Tadja (JAM-Pidum), Marwan Effendy (JAM-Pengawas), Edwin P Situmorang (JAM-Intelijen), Iskamto (JAM-Pembinaan), Kemal Sofyan Nasution (JAM-Perdata dan tata usaha) dan Zulkarnaen (Staf Ahli JA).

Baca Juga :