Cara Membuat Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Cara Membuat Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Cara Membuat Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) – Di tiap-tiap negara tentu saja perlu punyai izin mendirikan bangunan bagi masyarakat yang inginkan mendirikan bangunan. Izin Mendirikan Bangunan adalah produk hukum yang berisi persetujuan atau perizinan yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah Setempat(Pemerintah kabupaten / kota) dan perlu dimiliki / diurus pemilik bangunan yang inginkan membangun, merobohkan, menaikkan / kurangi luas, ataupun merenovasi suatu bangunan.

Kehadiran IMB (izin mendirikan bangunan) pada sebuah bangunan sangatlah penting, gara-gara mempunyai tujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang safe dan cocok bersama dengan peruntukan lahan. Bahkan keberadaan IMB terhitung terlalu diperlukan disaat berlangsung transaksi menjual membeli rumah. Pemilik rumah yang tidak punyai IMB nantinya bakal dikenakan denda 10 prosen dari nilai bangunan, rumah pun terhitung mampu dibongkar.

Cara Membuat Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dengan punyai Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), manfaat dan keuntungan yang kamu mampu dapatkan adalah pemerintah bakal membayar rubah rugi atas bangunan yang berubah manfaat jadi layanan lazim atau terkena perlebaran jalan. Dengan membayar retribusi IMB berarti kamu udah ikut andil dalam menyumbang penghasilan asli tempat dan pembangunan di kota.

Berikut ini adalah beberapa beberapa syarat yang perlu kamu bawa disaat bakal mengakibatkan surat izin mendirikan bangunan.

  1. Fotokopi KTP bagi pemohon perorangan atau fotokopi akta pendirian badan hukum bagi pemohon yang berbadan usaha.
  2. Mengisi formulir permintaan yang udah diisi lengkap dan benar.
  3. Surat perjanjian atau pengakuan penggunaan tanah misalnya bisnis berikut didirikan di atas tanah punya orang lain.
  4. Fotokopi sertifikat atau surat tanah lain yang dilegalisasi oleh Kepala Desa/kelurahan setempat.
  5. Data pemilik bangunan.
  6. Data kondisi atau kondisi tanah (letak/lokasi dan topografi)
  7. Persetujuan tertera dari tetangga (apabila tetangga tidak menyetujui, maka perlu ditambah bersama dengan surat pengakuan dari pemohon yang menyatakan bahwa tetangga tidak rela tanda tangan yang diketahui oleh Kepala desa/lurah dan camat, sebagai bahan penelitian tim teknis).
  8. Surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan (SPPT-PBB) th. berkenaan.
  9. Surat pengakuan bahwa tanah tidak dalam standing sengketa.
  10. Gambar rancangan bangunan dan rancangan anggaran cost (RAB) serta denah/situasi bangunan.
  11. Dokumen pemikiran berkenaan dampak dan gangguan pada lingkungan, atau usaha pemantauan lingkungan (UPL)/upaya pengelolaan lingkungan (UKL) bagi yang terkena kewajiban.
  12. Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan bangunan kalau bagi rumah tinggal.

Setelah membawa beberapa beberapa syarat yang udah dijelaskan diatas tadi, berikut adalah prosedur atau langkah mengakibatkan surat izin mendirikan bangunan (IMB).

  1. Pemohon mengajukan permintaan IMB kepada bupati/wali kota.
  2. Permohonan IMB meliputi : bangunan gedung atau bangunan bukan gedung. IMB bangunan gedung mampu berwujud gedung mampu berwujud pembangunan baru, merehabilitasi/ revonasi, tau pelestarian/pemugaran.
  3. Bupati atau wali kota memeriksa kelengkapan dokumen administrasi dan dokumen rancangan tekhnis dan jalankan penilaian /evaluasi untuk dijadikan bahan persetujuan pemberian IMB.
  4. Apabila IMB disesejutui, bupati/wali kota menentukan retribusi IMB.
  5. Pemohon membayar retribusi IMB ke Kas daera.
  6. Kemudian Pemohon menyerahkan tanda bukti permbayaran retribusi IMB kepada bupati / wali kora lewat instansi yang ditunjuk.
  7. Dan sistem paling akhir adalah Bupati / Walikota menerbitkan IMB.

Dan berkenaan cost retribusi IMB, berikut ini adalah beberapa perihal yang perihal bersama dengan cost retribusi IMB.

  1. Retribusi IMB Rumah Tinggal, dihitung berdasarkan Rumus Luas Bangunan x Indeks x Harga Satuan Retribusi, sebagaimana diatur dalam Perda No. 3 Tahun 2012
  2. Pembayaran retribusi rumah tingga mampu dikerjakan sehabis diterbitkannya Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) dari Seksi Pelayanan IMB Kecamatan dan pembayaran dikerjakan di Kas Daerah.
  3. Setelah diperoleh Bukti Pembayaran Retribusi dari Kas Daerah / Bank DKI, maka lembar untuk P2B diserahkan ke Loket PTSP.

Demikianlah ulasan kita berkenaan Cara Membuat Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Semoga bermfaat.

Baca Juga: