Mahasiswa ITB Raih Juara Kompetisi Pesawat Nirawak di Turki

Mahasiswa ITB Raih Juara Kompetisi Pesawat Nirawak di Turki

 

Mahasiswa ITB Raih Juara Kompetisi Pesawat Nirawak di Turki

Generasi muda Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional

Kali ini disumbang Tim Aksantara Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil menjadi juara kedua dalam ajang TUBITAK Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Competition kategori Lomba Fixed Wing yang berlangsung di Istanbul Grand Airport, Turki, 21-23 September 2018 lalu.

TÜBITAK UAV Competition

TÜBITAK UAV Competition adalah sebuah kompetisi pesawat nirawak dengan dua kategori wahana yaitu Fixed Wing (FW) (wahana nirawak bersayap) dan Rotary Wing (RW) (Wahana nirawak sejenis helikopter). Keduanya dikompetisikan dengan misi-misi tertentu, dengan tujuan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam proses perancangan wahana UAV hingga penyelesaian misi tersebut.

Total 85 tim yang mengikuti kompetisi ini, terbagi menjadi 40 tim FW dan 45 tim RW yang mayoritas berasal dari negara tuan rumah sendiri. Sedangkan untuk tim Internasional hanya berasal dari Indonesia, Mesir dan Pakistan.

Dalam perlombaan tersebut

pesawat buatan peserta menyelesaikan tiga misi yang diberikan. Pertama, misi yang harus diselesaikan yakni lepas landas di lintasan yang telah dibuat. Kedua, melakukan playlood drooping (melepaskan beban) di tempat yang sudah ditentukan dan terakhir melakukan pendaratan di lintasan yang telah ditentukan.

Dalam kompetisi tersebut

tim Aksantara ITB mengirimkan dua tim.  Tim yang berlomba di kategori Fixed Wing diberi nama Gana Rakhsa digawangi oleh Raynaldi Masly (Teknik Dirgantara), Muhammad Ilman Nuryakusumah (Teknik Dirgantara), Milienawan Dewa Mahardika (Teknik Telekomunikasi), Edbert Ongko (Teknik Telekomunikasi), Rama Rahadi (Teknik Telekomunikasi) dan Dimas Apeco Putra (Teknik Fisika).

Tim Rotary Wing yang diberinamaTraya Vata terdiri atas tujuh mahasiswa

Sedangkan, Tim Rotary Wing yang diberinamaTraya Vata terdiri atas tujuh mahasiswa, yaitu Rhenetou Virginio (Teknik Elektro), Aji Sumbaga (Teknik Fisika), Muhammad Hilmi (Teknik Telekomunikasi), Muhammad Falih Akbar (Teknik Elektro), Dimas Yoga Pratama (Teknik Elektro), AlifIjlal Wafi (Teknik Informatika), dan Akbar Aji Baskoro (Kewirausahaan).

Kompetisi pertama

Ketua Tim Gana Rakhsa, Raynaldi mengatakan, persiapan untuk mengikuti perlombaan tersebut sudah dimulai sejak Februari lalu. “Kita melakukan persiapan mulai dari proses konseptual desain pesawat, analisis dan struktur hingga pembuatan pesawat,” ucapnya.

Ia pun mengatakan, pembuatan pesawat ini murni dibuat dengan tangan, tidak banyak menggunakan”. Hanya berlakulaser cut pada bagian kayu. Selebihnya menggunakan tangan, seperti untuk ekor dan sayap (pesawat-red) ,” katanya menambahkan.

Ketua Aksantara ITB Nathan menjelaskan kompetisi TUBITAK UAV merupakan perlombaan internasional pertama yang diikuti. Dia senang karena telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

“Ini kompetisi internasional pertama yang kami ikuti. Kita ingin buktikan Indonesia enggak kalah. Walau awalnya sempat ragu, tapi karena terus dapat dukungan, akhirnya bisa berangkat,” ujar Nathan.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/