10 Tipe Guru yang Paling Dibutuhkan Anak Indonesia

10 Tipe Guru yang Paling Dibutuhkan Anak Indonesia

Di tahun 2018 ini tambah banyak tantangan yang kita hadapi sebagai manusia pada kebanyakan dan bangsa pada khususnya. Mulai dari korupsi, kemiskinan, ekstremisme, intoleransi, perang, hingga pergantian iklim adalah persoalan-persoalan yang harus kita segera temukan jalan keluarnya.

10 Tipe Guru yang Paling Dibutuhkan Anak Indonesia

Pendidikan memainkan peran mutlak di dalam membentuk pola pikir seseorang. Apakah kita bakal juga golongan pembuat persoalan atau penemu solusi. Maka, guru memiliki andil besar di di dalam membangun sebuah generasi.

Menurut George Couros, penulis buku The Innovator’s Mindset, tersedia sepuluh jenis guru yang kita perlukan di di dalam area kelas jikalau dambakan berhasil hadapi tantangan-tantangan international dan memicu anak-anak tambah maju.

1. Tipe guru yang dapat dipercaya
Sebagai siswa, seringkali kita jadi bahwa guru itu menakutkan dan tidak sadar persoalan anak muda karena mereka hidup di zaman berbeda. Akhirnya, siswa pilih berbohong jikalau memiliki persoalan padahal guru juga selayaknya dapat jadi sahabat.

2. Tipe guru yang mudah beradaptasi
Perubahan adalah perihal yang pasti terjadi. Oleh karena itu, guru juga memiliki kewajiban untuk tetap mengevaluasi posisi dan metode yang diadopsi di dalam mendidik.

Misalnya, sepuluh atau 15 tahun lalu membentak dan memukul siswa mungkin merupakan suatu hal yang wajar. Tapi, sekarang cara-cara itu tidak efisien dan guru dapat diproses hukum andaikan siswa tidak terima.

3. Tipe guru yang menghormati perbedaan pendapat
Dulu hafalan adalah salah satu ukuran kesuksesan seorang siswa. Kita dipaksa menghafal perkalian, rumus fisika, hingga peristiwa sejarah. Akibatnya, kita tidak jadi biasa berpikir kronis dan berani menambahkan pendapat yang berbeda.

Padahal kreativitas adalah kunci mutlak di jaman teknologi di mana hampir segala perihal membuka internet. Di pada lima siswa, sangat normal andaikan tersedia lima pendapat berbeda. Ini juga yang bakal memicu mereka lebih toleran pada perbedaan.

4. Tipe guru yang kronis di dalam terima informasi
Dengan tambah kuatnya dampak internet, hampir semua informasi dapat diperoleh di dalam satu klik. Sayangnya banyak dari informasi-informasi selanjutnya yang cuma berbentuk pemikiran menyesatkan.

Seringkali karena tuntutan untuk tetap cepat di dalam menentukan sesuatu, kita melompati proses-proses yang dibutuhkan untuk mencerna informasi. Akibatnya, kita malah ikut menyebarkan kebohongan. Guru harus membiasakan siswa supaya mereka laksanakan refleksi apakah sebuah informasi itu benar.

5. Tipe guru yang dapat berkolaborasi
Guru bukanlah orang paling sadar perihal semua perihal di dunia. Berangkat dari fakta ini para guru dapat mengajari siswa bahwa mereka dapat studi dari siapa saja dan dimanapun. Pelajaran dapat diambil dari cerita-cerita tukang kebun sekolah maupun ibu penjaga kantin.

Dalam jangka panjang, guru dapat membuahkan siswa-siswa yang mengedepankan kolaborasi untuk raih tujuan, dan bukannya saling sikut karena takut bakal ketinggalan.

6. Tipe guru yang dapat berinovasi
Innovation is the key. Kita dapat menyita Nokia atau BlackBerry di dalam persoalan ini. Begitu juga di di dalam area kelas. Guru jaman kini harus menciptakan sebuah lingkungan di mana inovasi dan kreativitas itu dihargai, bahkan didukung.

Di jaman depan, para siswa harus dapat menciptakan hal-hal yang dapat berkontribusi di dalam penyelesaian persoalan bukan melalui tindakan kekerasan, melainkan cara-cara kreatif dan out-of-the-box.

7. Tipe guru pemimpin
Pemimpin tidak sama bersama dengan bos. Guru yang memiliki jiwa kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain secara positif untuk memicu progres di area-area tertentu. Pengaruh selanjutnya tidak cuma kepada siswa, tetapi juga metode pengajaran, kurikulum, hingga keorganisasian.

8. Tipe guru pendongeng
Sudah tak juga banyaknya saat terbuang saat guru mengajar di depan kelas, tetapi siswa-siswa jadi jenuh dan malah tidak beroleh pengetahuan apapun. Menulis di papan tulis atau membaca presentasi adalah cara-cara lama.

Sekarang, untuk memicu siswa bersemangat, guru harus studi jadi pendongeng yang baik dan membiarkan anak didik berimajinasi. Bayangkan almarhum Robin Williams di film Dead Poets Society.

9. Tipe guru perancang
Kembali ke soal metode pengajaran. Belajar tidak harus ditunaikan di di dalam kelas bersama dengan buku dan alat tulis di atas meja. Siswa dapat studi di luar ruangan.

Field trip adalah salah satu langkah untuk membuka perspektif siswa perihal dunia. Tapi, yang paling simple adalah minimal mereka tidak jenuh tetap melihat dinding-dinding kelas.

10. Tipe guru seniman
Guru yang baik adalah seorang seniman. Maksudnya, sebagai pendidik, guru harus terus mengasah kapabilitas untuk menggerakkan profesi mulia ini. Guru dan siswa dapat sama-sama studi untuk kemajuan pendidikan.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/